AWASS PISTOL CRAB !!!

 

Alpheus Saxidomus, itu nama latinnya. Selain disebut dengan nama pistol crab, hewan ini juga dikenal dengan nama pistol shrimp karena bentuk tubuhnya yang mirip-mirip udang, tapi capitnya juga lebih mirip-mirip kepiting. Tergantung yang melihat. Tapi yang jelas udang maupun kepiting sama-sama memiliki capit bukan? Nah, dari capitnya yang unik inilah title “pistol” dia dapatkan.

Lihat ukuran capitnya

Capit Pistol

Pistol crab termasuk dalam famili alpheidae, ditandai dengan karakteristik capitnya yang unik. Alih-alih dikaruniai dengan capit untuk menjepit, pistol crab memiliki bentuk capit khas yang mampu menembakkan pusaran air berkecepatan tinggi. Tidak tanggung-tanggung, kecepatannya mampu mencapai 100 km/jam!

Sebelum penembakan, pistol crab “mengokang” capitnya terlebih dahulu dengan cara membuka capitnya selebar yang dia inginkan. Saat target sudah berada dalam area tembakan, maka dia akan menutup capitnya dengan selang waktu yang luar biasa, kurang dari 1/1000 detik! Akibatnya, di depan capitnya akan muncul cavitation bubble atau gelembung hampa yang segera kolaps dan menimbulkan gelombang kejut. Temperatur area di sekitar gelombang  kejut ini akan meningkat drastis dan bahkan mencapai angka 5000 Kelvin, itu kira-kira sekitar 4.700 derajat celcius!

Dari gelombang kejut itu juga lah akan dihasilkan tembakan air berkekuatan tinggi yang dapat merobohkan mangsanya.

Udang jago pukul

Kalau kita pernah menonton acara-acara silat di TV atau bioskop, kita pasti pernah dong melihat salah satu tokohnya memakai jurus “pukulan tenaga dalam”. Jadi intinya, sang jagoan bisa memukul musuhnya dari jauh tanpa berhadap-hadapan langsung dengan musuhnya. Atau dalam game populer “Street Fighter”, karakter Ryu bisa mengeluarkan Hadouken, sejenis jurus yang mirip-mirip pukulan tenaga dalam.

Percaya atau tidak, ada lo hewan yang bisa melakukan pukulan tenaga dalam seperti itu! Memang sih, bukan pukulan tenaga dalam betulan. Tapi daripada bingung, langsung aja dilanjut ke paragraf berikutnya. Okay, ladies & gentlemen, here we go…

Mengenal Si “Pendekar Tenaga Dalam”

Udang pistol. Perhatikan ukuran
capitnya yang besar sebelah

Hewan yang dimaksud di sini adalah udang pistol (pistol shrimp) atau udang penggertak (snapping shrimp). Nama tersebut diberikan karena kemampuan udang ini untuk menembakkan “pukulan tenaga dalam” di dalam air. Ada lebih dari 600 spesies dalam 38 genus udang yang bisa digolongkan sebagai udang pistol & mayoritasnya ditemukan di lautan. Beberapa contoh dari genus yang populer adalah genus Alpheus & Synalpheus.

Ciri khas dari udang pistol yang bentuknya mirip udang batu atau lobster ini adalah ukuran sapitnya yang tidak sama. Sapit yang berukuran lebih besar itulah yang dipakai untuk melakukan “pukulan tenaga dalam”. Ukuran mereka bervariasi di mana spesies yang terbesar ukurannya mencapai hampir 5 cm.

Rasakan Pukulanku

Udang pistol sedang
bersembunyi dalam liang

Pasti dari tadi kita penasaran bagaimana udang ini melakukan “pukulan tenaga dalam”. Oke, untuk melakukannya mula-mula udang ini akan memejamkam matanya, lalu menarik napas dalam-dalam… hehehe, gak ding. Udang ini mula-mula akan membuka sapit penembaknya sehingga air tersedot masuk, lalu tiba-tiba mengatupkan capitnya dengan kecepatan kurang dari 1 milidetik. Hasilnya adalah suatu tembakan bola air dengan kecepatan 90 km/jam & radius tembak mencapai 4 cm!

“Pukulan tenaga dalam” dari udang pistol begitu kuat sehingga ikan kecil yang terkena tembakannya akan tewas seketika. Jika jarak ke permukaan air cukup dekat, udang ini bahkan bisa menembakkan gelembung proyektilnya keluar air. Jika terkena wajah manusia yang melihatnya dari atas permukaan air misalnya, muncratan air yang keluar bahkan konon cukup kuat untuk membuat lensa kontak yang terpasang di mata terlepas!

Lebih menarik lagi jika kita melihat lebih dekat apa yang terjadi selama proses “pukulan tenaga dalam” terjadi. Saat mengatupkan capitnya, suhu air di sekitar capitnya meningkat hingga 5.000 derajat C lebih(!) & muncul kilatan cahaya yang tidak bisa dilihat mata manusia. “Pukulan tenaga dalam” dari spesies Alpheus saxidomus bahkan diketahui bisa menghasilkan suara mencapai 240 desibel! Sebagai pembanding, suara pesawat jet tempur “hanya” mencapai 150 desibel. Dan karena sifat air yang mudah menghantarkan suara, suara dari aksi “pukulan tenaga dalam” tersebut bisa terdengar hingga radius beberapa kilometer.

Foto-foto dari capit udang pistol saat menembakkan “pukulan tenaga dalam”. Perhatikan bola air yang tercipta.

Udang pistol biasa memakai keahliannya menembak untuk berburu ikan-ikan kecil makanannya. Saat berburu, mereka akan berdiam di dasar laut & ketika ikan mangsanya lewat, udang pistol akan menembak ikan tersebut hingga terkapar. Udang pistol jantan juga melakukan keahliannya ini untuk adu tembak secara tidak langsung. Saat melakukan adu tembak, masing-masing udang akan berada di jarak yang aman & kemudian saling melepaskan tembakan. Udang yang menang adalah udang yang menghasilkan peluru air paling besar. Kegiatan adu tembak ini dilakukan untuk memikat betina & menarik udang lawannya agar bergabung dengan kelompoknya.

Ada cerita menarik sekaligus lucu mengenai udang tersebut di dunia kemiliteran. Semasa Perang Dunia II terjadi, sistem sonar kapal selam Angkatan Laut AS (US Navy) sempat mendeteksi suara yang memekakkan telinga di laut dekat Pantai Florida. Mereka pun mengira bahwa itu merupakan suara dari senjata rahasia yang dilepaskan oleh pihak musuh. Ketika mereka melakukan penyelidikan, barulah diketahui bahwa suara-suara yang mereka deteksi itu rupanya berasal dari gerombolan udang pistol yang sedang melakukan adu tembak!
Selain itu ada hewan sejenis kepiting atau kita kenal sebagai udang juga memiliki kerja seperti pistol crab..

Cara Hidup “Sang Pendekar Udang”

Udang pistol dan ikan gobi

Karena terdiri dari banyak spesies yang berbeda, udang pistol juga memiliki cara hidup yang berbeda-beda. Beberapa spesies udang pistol hidup menyendiri & menjalin simbiosis mutualisme dengan ikan gobi di mana udang membuat liang yang ditempati bersama dengan sang ikan. Saat keluar dari liang, keduanya akan pergi bersama-sama dengan antena udang yang selalu menyentuh badan ikan. Ketika ikan melihat ada bahaya dengan matanya yang tajam, ikan segera menyentakkan ekornya untuk memperingatkan udang & keduanya kemudian segera masuk ke liang. Singkatnya, udang menyediakan tempat berlindung & sebagai gantinya, ikan menjadi “alarm hidup” bagi udang karena udang memiliki penglihatan yang buruk.

Spesies udang pistol lain – khususnya dari spesies Synalpheus regalis – diketahui hidup berkelompok dalam sistem sosial rumit yang dikenal sebagai eusosial. Sistem sosial ini terdiri dari kasta ratu betina sebagai pusatnya, pekerja yang bertugas mengurusi anakan, & prajurit (umumnya jantan) yang bertugas menjaga keamanan sarang. Sejauh ini, udang pistol dari spesies tersebut merupakan satu-satunya hewan di laut yang diketahui mengembangkan sistem sosial mirip koloni serangga Hymenoptera (semut, tawon, lebah) & rayap.

Lalu ada beberapa info yang mengatakan ,

Kepiting Pistol menggunakan kavitasi sebagai shock Angkatan Laut: High Noon di dasar laut!

Kuda sisanya mudah antara kepiting pistol (Alfeus Saxidomus, dari kelompok Alpheidae), yang berkeliaran di terumbu karang di perairan tropis.. Alih-alih memberikan cakar kedua Ibu Alam telah dilengkapi makhluk ini dengan perangkat penembakan, yang digunakan untuk membunuh ikan dengan gelembung kavitasi berperang bawah laut yang bahkan US-NAVY sekali belajar untuk takut.

.Anda harus melihat hewan ini dengan mata Anda sendiri untuk percaya bahwa itu benar-benar ada: Daripada cakar konvensional, kepiting atau udang pistol pistol, seperti yang juga disebut, telah dilengkapi dengan lengan-api yang mengesankan di satu sisi oleh alam.

Dengan bantuan penyelarasan otot khusus dan menyemprotkan semacam laras senapan mereka dapat mempercepat jet air pada jarak dekat untuk lebih dari 90 km / jam. Ketika mereka menembak, yang tegang “menjepit-katup” bentak turun dalam waktu kurang dari satu seperseribu detik. Melalui percepatan kasar air partikel di sekitarnya panas hingga lebih dari 4000 (!) Derajat Celsius.Ultra dihasilkan panas kavitasi-uap-gelembung lalu implodes dengan flash cahaya dan bang bahwa pada 240 desibel bahkan kerdil gemuruh darijet tempur (sekitar 150 desibel).

Tidak, tidak bahwa kepiting pistol anggun perempuan berlarian gesit di lantai kerikil di akuarium mini-nya untuk tujuan pengujian, bisa berbahaya bagi manusia, tetapi: “Jika mereka api senjata mereka langsung ke atas air kadang-kadang bisa semprot ke dalam wajah dan dengan sedikit keberuntungan buruk itu bisa mengalahkan lensa kontak Anda

Oleh tim riset Kanada Anda dapat melihat bagaimana kepiting pistol tangkai ikan karang mendekati dengan ukuran yang sama dari belakang, merebut itu pada kecepatan tinggi dengan cakar kiri dan kemudian repeateldy tunas itu di kepala dengan menjepit kanan sampai ikan tidak bergerak lagi. Perburuan hewan besar di hutan karang!

Ketika dua dari “Kepiting Claw-dan-Order” menemukan satu sama lain di bebas berburu cenderung menjadi sangat kasar: Pertama mereka menembak kemudian mereka bernegosiasi. Dalam duel pistol di antara kawan-kawan lawan menjaga jarak keamanan yang ketat. Karena tujuan yang mendasari menembak mereka dalam hal ini bukan untuk membunuh atau melukai lawan, namun untuk mencari tahu siapa yang memiliki senjata yang lebih besar: semakin besar jet air dipecat, lengan yang lebih kuat api dan pemiliknya kuat.

Sementara binatang lain (misalnya singa atau rusa) sering terluka saat berjuang untuk peringkat, makhluk-makhluk kecil yang licik berkelahi habis-habisan dengan penampilan mengancam dan menampilkan otot. Dengan bantuan ini-duel pseudo udang pistol bahkan mendeteksi apakah dia memiliki perempuan atau laki-laki di bawah todongan senjata. Sebuah penemuan yang cepat dapat menyebabkan gencatan senjata dan kadang-kadang bahkan untuk sebuah keluarga bersama-sama …

Mangsa shooting, pistol perkelahian dengan “tetangga baik”, menampilkan mengesankan di depan pecinta: yang membuat untuk cukup soundscape pada suatu terumbu karang yang padat penduduk.. Kebisingan A yang, berkat sifat akustik yang baik air, bisa mendengar lebih dari satu mil jauhnya.

Atau jika topi Neptunus hanya menempatkan sekantong popcorn dalam microwave. Penembakan terus menerus oleh hotshots miniatur bisa sangat tajam sehingga mempengaruhi sistem sonar di kapal selam: Dalam Perang Dunia II Angkatan Laut Amerika Serikat yang diduga seorang Rusia menyelinapkan senjata di lepas pantai Florida, karena mereka tidak bisa menjelaskan suara-menusuk telinga di headset dari pemburu kapal selam. Menengok ke belakang itu hanya dua gerombolan kepiting pistol akan saling di mingguan mereka tembak-menembak. Pada suatu kepiting di barat …

.Dengan menembakkan pistol mereka tembakan peringatan terumbu-bajingan bisa memelihara ikan besar dan musuh lainnya relatif baik pada umumnya. Tapi apa yang terjadi jika seperti ikan karang akhirnya ditutup dengan sekejap dan menangkap lengan senjata? Kemudian tanpa basa-basi lebih lanjut sifat menarik sekali lagi actuates program pertumbuhan bagi lengan lain: Sebuah bentuk perangkat baru menembak dari menjepit kiri, yang tepat tumbuh kembali sebagai menjepit normal, dan revolver-pahlawan menjadi penembak kidal.

, , , , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: